Peningkatan Interaksi Pembelajaran Siswa Dalam Pembelajaran Ekonomi di kelas XII IPS SMA YKP Monamas Bontang

Lampiran :

Tugas 2 :

Penerapan Prinsip Ontologi,Epistemologi dan Aksiologi pada kerangka berfikir tesis yang direncanakan

Judul Tesis : Analisa Peningkatan Interaksi Pembelajaran Siswa Dalam Pembelajaran Ekonomi di Kelas XII IPS SMA YKP MONAMAS Kota Bontang,Dengan Tehnik Pembelajaran Everyone Is A Teacher Here

PENINGKATAN INTERAKSI PEMBELAJARAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI DI KELAS XII IPS

SMA YKP MONAMAS KOTA BONTANG,

DENGAN TEHNIK PEMBELAJARAN EVERYONE IS A TEACHER HERE

ABSTRAK

Rendahnya percaya diri siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan berdampak pada kemampuan siswa berinteraksi dalam proses pembelajaran.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan Interaksi pembelajaran siswa dalam proses pembelajaran materi Ekonomi di kelas XII IPS SMA YKP MONAMAS KOTA BONTANG. Penelitian Tindakan Kelas dipilih dalam rangka memperbaiki, meningkatkan kualitas/mutu interaksi pembelajaran dan hasil pembelajaran di kelas dengan fokus tehnik pembelajaran everyone is a teacher here.

Sebagai indikator peningkatan Interaksi pembelajaran siswa dalam pembelajaran materi ekonomi adalah siswa aktif saling berkomunikasi antar siswa dan guru, baik secara lisan maupun tertulis, dengan cara mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan dan memberikan gagasan, siswa dapat berinteraksi/memanfaatkan sumber belajar secara maksimal dalam proses pembelajaran.

Sumber data dikumpulkan dari siswa, guru dan dokumen yang terlibat dalam penelitian. Jenis data yang didapatkan adalah data kualitatif dan kuantitatif yang terdiri dari:, hasil observasi terhadap pelaksana proses pembelajaran, hasil wawancara dan hasil belajar. pada pra penelitian, siklus pertama, siklus kedua, dan siklus ketiga Analisis data dilakukan melalui teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tehnik pembelajaran everyone is a teacher here dapat meningkatkan Interaksi pembelajaran siswa dalam pembelajaran materai Ekonomi dan memperkecil tingkat kesulitan siswa untuk bertanya, menjawab pertanyaan dan mengemukakan gagasan dalam proses pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan kualitas/mutu interaksi pembelajaran dalam proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.

Kata kunci : Interaksi pembelajaran, tehnik pembelajaran everyone is a teacher here

BAB I

PENDAHULUAN.


Proses Pembelajaran adalah kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif tersebut mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan sumber belajar dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.Harapan yang ada pada setiap guru adalah bagaimana materi pelajaran yang disampaikan kepada anak didiknya dapat dipahami secara tuntas. Untuk memenuhi harapan tersebut bukanlah sesuatu yang mudah, karena kita sadar bahwa setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda baik dari segi minat, potensi, kecerdasan dan usaha siswa itu sendiri.Dari keberagaman pribadi yang dimiliki oleh siswa tersebut, kita sebagai guru hendaknya mampu memberikan pelayanan yang sama sehingga siswa yang menjadi tanggung jawab kita di kelas itu merasa mendapatkan perhatian yang sama. Untuk memberikan pelayanan yang sama tentunya kita perlu mencari solusi dan strategi yang tepat, sehingga harapan yang sudah dirumuskan dalam setiap Rencana Pembelajaran dapat tercapai.Dari hasil penelitian dan pengalaman mengajar siswa untuk mata pelajaran ekonomi di SMA YKP MONAMAS KOTA BONTANG, dimana penulis telah menggunakan Pembelajaran, Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) dengan mempergunakan lembar tugas siswa kreatif, disini terlihat keaktifan siswa tapi belum semua siswa berani mengemukakan pendapat atau bertanya, dari hasil pengamatan kami dalam proses pembelajaran ini disebabkan karena tingkat berpikir siswa yang berbeda-beda, ada yang lambat dan ada yang cepat, sehingga dalam proses pembelajaran masih didominan oleh siswa yang pintar. Untuk mencapai harapan dan memecahkan persoalan ini kami akan mengembangkan tehnik pembelajaran everyone is a teacher here ( semua orang adalah guru), sehingga jalannya pembelajaran dapat membuat siswa aktif bukan saja aktif secara fisik tetapi juga phisikisnya dan saling berinteraksi antar siswa, siswa dan guru, serta siswa dan sumber belajar.Tehnik pembelajaran ini penulis rancang dengan memberikan kartu index pada siswa untuk membuat pertanyaan sambil berdiskusi, mencari, menemukan dan memutuskan jawabannya secara individual dan didiskusikan dalam kelompoknya sendiri. Guru disini berfungsi sebagai fasilitator yang bertugas membimbing dan mengarahkan siswa di dalam kelompok belajarnya.Selain tersebut di atas, tehnik pembelajaran ini juga memberikan kebebasan pada siswa untuk melatih keberanian dalam mengungkapkan gagasan, pendapat, yang dapat berfungsi mengubah pola pembelajaran konvensional yang seluruh rangkaian belajar mengajar berpusat pada guru tanpa sedikitpun memberikan kesempatan pada siswa, sehingga kadang-kadang siswa terbelenggu oleh aturan dan penggunaan strategi yang monoton dan membosankan, yang akhirnya anak didik kita menjadi anak-anak yang penakut.Belajar dengan diskusi kelompok memudahkan bagi guru untuk memberikan bimbingan baik klasikal maupun individual, karena posisi duduk siswa sudah diatur dengan model kelompok.Didasari asumsi bahwa pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang bisa memberi rasa senang kepada siswa sehingga membuat mereka asyik bernalar. Sebagaimana dikemukakan oleh William Anyers, ahli pendidikan dari Amerika; (dalam M. Sobry Sutikno, 2005) guru yang paling baik dari sepuluh mitos guru yang baik adalah guru yang mampu menciptakan keasyikan siswa dalam belajar.Penjabaran dari ide tersebut secara teknis dilakukan dengan tehnik pembelajaran everyone is a teacher here ( semua orang adalah guru), karena pembelajran everyone is a teacher here ( semua orang adalah guru) adalah pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan dan dapat tercapai tujuan pembelajaran sesuai dengan tuntutan kompetensi, untuk mengembangkan Interaksi pembelajaran siswa dilakukan dengan siswa menulis pertanyaan dikartu index dan mempersiapkan jawabannya, dan berkomunikasi karena dengan berkomunikasi pembelajaran dititik beratkan pada hubungan antar individu dan sumber belajar yang lain dan berorientasi pada kemampuan individu untuk berhubungan dengan sumber belajar tersebut. Tehnik pembelajaran ini memotivasi semua siswa untuk aktif dan memberi kesempatan pada siswa untuk mengajar temannya dan mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu yang sama, serta dapat membuat pertanyaan dan mengemukakan pendapat.

BAB II

KERANGKA BERPIKIR.

KONDISI AWAL

PERLAKUAN/ TINDAKAN

KONDISI AKHIR

KONDISI AWAL

  1. Dalam proses pembelajaran sudah melaksanakan PAKEM.
  2. Belum semua siswa berani bertanya dan mengemukakan pendapat dalam proses pembelajaran
  3. Keaktifan siswa masih di dominan oleh siswa yang pintar
  4. Masih ada siswa yang malu mengakui bahwa mereka tidak tahu, sehingga ragu mengajukan pertanyaan dan takut ditertawakan.

PERLAKUAN/ TINDAKAN

  1. Setiap siswa menulis pertanyaan pada kartu indek dan jawabannya pada kartu index yang lain.
  2. Kartu indek ditukarkan ke siswa yang lain.
  3. Siswa yang mendapat kartu indek , membacakan soal, sambil menyiapkan jawabannya.
  4. Siswa yang soalnya dibacakan menjawab pertanyaan tersebut dan dipertegas oleh siswa yang membaca soal.

KONDISI AKHIR

  1. Terdapat rasa percaya diri siswa dalam menjawab pertanyaan.
  2. Siswa berani berkomunikasi secara lisan maupun tertulis.
  3. Meningkatnya interaksi belajar antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru dan sumber belajar.
  4. Terdapat kenaikan hasil belajar walaupun tidak significant.

Diskusi pemecahan masalah

Penerapan tehnik pembelajaran everyone is a teacher here.(3 siklus).

Evaluasi awal

Evaluasi efek

Evaluasi akhir

Hipotesis

Untuk menguji hypotesa dilakukan dengan metode “Analisa Peningkatan Interaksi Pembelajaran Siswa Dalam Pembelajaran ,Dengan Tehnik Pembelajaran Everyone Is A Teacher Here yaitu sebagai alat pengukur untuk menilai dan menganalisa hasil /prestasi belajar siswa.

Sedangkan objek yang akan diteliti adalah dokumen lembar kerja siswa, Interaksi Pembelajaran Siswa Dalam Pembelajaran dan Tehnik Pembelajaran Everyone Is A Teacher Here. Bertitik tolak dari asumsi penelitian tersebut, maka sebagai anggapan sementara terhadap permasalahan yang diteliti dihypotesakan sebagai berikut : Analisa Peningkatan Interaksi Pembelajaran Siswa Dalam Pembelajaran Ekonomi di Kelas XII IPS SMA YKP MONAMAS Kota Bontang,Dengan Tehnik Pembelajaran Everyone Is A Teacher Here”.

BAB III
METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan di SMA YKP MONAMAS KOTA BONTANG, sekolah ini dipilih karena sebagai bahan masukkan/evaluasi penulis sebagai guru pengampuh mata pelajaran Ekonomi dan sekaligus guru BP/BK , guna untuk menindak lanjuti penelitian tindakan kelas yang sebelumnya pada tahun 2007, dimana waktu itu, untuk mengaktifkan siswa, peneliti menggunakan pendekatan PAKEM, tapi belum semua siswa berani berkomunikasi. Untuk ini maka peneliti ingin melaksanakan tehnik pembelajaran everyone is a teacher here, untuk memotivasi siswa berani berinteraksi dengan cara berkomunikasi dengan sesama siswa, guru dan sumber belajar, penelitian ini dilaksanakan pada pertengahan semester Genap bulan Januari dan Februari tahun 2008, dengan alasan bahwa bulan tersebut sangat baik untuk digunakan sebagai penelitian karena siswa kelas XII akan menghadapi ujian akhir nasional ( UAN ), dimana hasil penelitian ini nanti dapat memotivasi siswa banyak bertanya terhadap materi pelajaran, yang belum mereka kuasai sehingga diwaktu menempuh ujian nasional diharapkan mereka sudah mampu menjawab terhadap materi yang belum dikuasainya Subyek penelitian dipilih siswa Kelas XII , dengan jumlah murid satu kelas 49 siswa. Mata pelajaran Ekonomi/Akuntansi dengan Standar kompetensi : Kemampuan memahami Permintaan,Penawaran dan Ekuilibrium serta Laporan Keuangan.Sumber data yang digunakan dalam PTK yaitu data primer dan sekunder. Sumber data primer adalah siswa dan guru. Sumber data sekunder adalah wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan tata usaha sekolah.

Data Primer yang dihasilkan dalam PTK antara lain:

1) data hasil wawancara dengan guru dan siswa,

2) data nilai prestasi belajar siswa sesudah pelaksanaan PTK, dan

3) data catatan observasi tindakan (proses pembelajaran), baik observasi untuk siswa maupun guru.

Data Sekunder dalam PTK yaitu :

1) nilai siswa sebelum PTK dilaksanakan yang diambil dari nilai hasil evaluasi yang dilakukan sejak awal penelitian hingga beberapa kali pembelajaran dengan kompetensi yang sama..

2) dan laporan pengamatan hasil wawancara dengan siswa yang tidak secara langsung dalam proses pembelajaran.

Pengumpulan data merupakan langkah penting dalam PTK. Proses ini merupakan penentu baik tidaknya proses PTK. Apabila proses tidak baik, maka simpulan PTK yang dihasilkan akan bias. Akibatnya hasil kesimpulan PTK tidak bisa dipakai sebagai acuan dan pedoman dalam pengembangan tindakan kelas.

Untuk mengumpulkan data-data tersebut digunakan beberapa teknik yaitu:

Ø Teknik wawancara dan pengisian angket untuk menggali informasi mengenai suasana pembelajaran dan tehnik pembelajaran yang diciptakan untuk meningkatkan interaksi dan komunikasi siswa serta kesulitan-kesulitan dalam membuat pertanyaan dalam pembelajaran.

Ø Teknik observasi digunakan untuk mengetahui peningkatan interaksi siswa dan pemunculan ketrampilan kerjasama siswa dalam berdiskusi, membuat pertanyaan dan menjawab pertanyaan sedangkan evaluasi dilakukan untuk mengukur peningkatan prestasi belajar siswa.

Ø Teknik dokumentasi bermanfaat dalam mengumpulkan nilai-nilai siswa, sebagai data sekunder untuk melihat kemajuan hasil belajar.

Ø Tes dilakukan untuk mengukur peningkatan prestasi hasil belajar siswa, yang diberikan sebelum penelitian dan setelah siswa mendapatkan tindakan dalam pembelajaran sesuai dengan materi yang disampaikan.Alat yang digunakan untuk mengumpul data dalam penelitian tindakan kelas ini adalah : butir soal tes. Lembar observasi dan pedoman wawancara.

Analisa data merupakan jiwa dari Penelitian Tindakan Kelas, langkah yang ditempuh setelah pengumpulan data adalah menganalisis data. Analisis data pada penelitian ini tidak menggunakan uji data secara statistik, tetapi menggunakan analisis diskriptif. Data yang dianalisis adalah data kualitatif dan kwantitatif, data kuantitatif dari angket dan tes hasil belajar, dianalisis dengan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan nilai tes antas siklus maupun dengan indikator kinerja. dan data kualitatif dari hasil wawancara, pengamatan (observasi) proses pembelajaran, dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Dianalisis dengan analisis diskriptif berdasarkan hasil observasi dan refleksi.

BAB IV

PEMBAHASAN

Belajar merupakan keharusan bagi siapapun, selama manusia itu masih hidup pasti membutuhkan belajar, karena belajar orang tidak tahu berubah menjadi tahu, orang yang tidak mengerti menjadi mengerti. Pendapat C.Asri Budiningsih, pengertian belajar adalah membangun makna, pengertian, pemahaman terhadap pengalaman, informasi oleh si pembelajar yang disaring melalui persepsi, pikiran dan perasaan, serta diberi kesempatan untuk didorong mengeluarkan ungkap pikiran , ungkap pendapat. Jadi belajar adalah memproduksi gagasan bukan mengkonsumsi gagasan.

Pembaharuan dalam bidang pendidikan harus dimulai dari ‘Bagaimana anak belajar’ dan ‘ Bagaimana cara guru mengajar’ bukan dari ketentuan-ketentuan hasil (Abdul Majid, 2005).“Di Indonesia, kemampuan cara mengajar di depan kelas masih kurang dimiliki guru-guru, padahal materi pelajaran dalam kurikulum yang dipelajari itu dimana-mana sama” (Syaiful Bahri Djamarah,2002). Oleh karena itu ciptakan suasana yang menyenangkan

1. Tidak kikir untuk memuji

2. Tidak mempermalukan siswa

3. Tanamkan rasa “Tidak takut salah”

4. Tanamkan keyakinan “Saya bisa” atau “Percaya diri”

5. Tidak menjawab langsung pertanyaan siswa lemparkan pertanyaan tersebut pada siswa lain

Bagaimana seorang guru dapat menciptakan suasana yang mengembangkan inisiatif dan tanggung jawab belajar si pembelajar ke arah belajar seumur hidup dengan melalui komponen Belajar Aktif.

Pembelajaran di dalam kelas, khususnya tidak akan terjadi dengan baik jika salah satu dari 3 hal tidak ada yaitu : pendidik (pemberi pesan), pesan atau informasi dan peserta didik (penerima pesan). Winarno Surahmad (1994) dalam buku M. Sobry Sutikno,2005: menjelaskan bahwa di dalam proses pembelajaran selalu ditekankan pengertian interaksi yaitu hubungan aktif multi arah antara pendidik dan peserta didik, peserta didik dengan peserta didik yang lainnya, pendidik dan peserta didik dengan sumber belajar.. Tehnik pembelajaran interaksi merupakan kelompok tehnik pembelajaran yang menitik beratkan pada hubungan antar individu dengan individu lainnya.tekannannya pada proses realita atau sesungguhnya dan berorientasi pada prioritas terhadap kemampuan individu untuk berhubungan dengan orang lain. Suasana kelas terasa hidup dan antara siswa dapat saling bertukar pikiran maupun pengalaman

Dari pengalaman pada siklus I dan siklus II, tergambar bahwa Lembar tugas siswa mempunyai tingkat keterandalan yang tinggi sehingga apabila proses pembelajaran dikelola lebih baik dan lebih efektif dapat meningkatkan proses pembelajaran siswa. Oleh karena itu diharapkan dapat mengurangi kesulitan-kesulitan pembelajaran.

Dalam proses pembelajaran sebagaimana berlangsung dalam kelas, komponen proses pembelajaran adalah komponen sentral. Proses pembelajaran dapat diartikan secara luas dan secara sempit. Dalam arti luas, proses pembelajaran adalah aktifitas mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan serta nilai sikap. Sedangkan dalam arti sempit proses pembelajaran menunjuk pada bentuk atau jenis pembelajaran tertentu (Sagala, Syaiful 2003). Setiap bentuk atau jenis pembelajaran memiliki ciri-ciri sendiri, yang membedakan dari bentuk atau jenis pembelajaran yang lain.

Setiap jenis pembelajaran merupakan proses pembelajaran tersendiri yang memiliki kekhususan. Namum semua jenis pembelajaran merupakan suatu proses yang menunjukan gejala-gejala yang terdapat pada semua proses pembelajaran. Gejala tingkat kesulitan pembelajaran dengan lembar tugas siswa terindikasi melalui strukturnya. bahasa yang digunakan dan alokasi waktu yang disediakan pada setiap kegiatan. Struktur lembar tugas siswa akan memudahkan penentuan langkah-langkah kegiatan, bahasa yang digunakan membantu pemahaman materi, alokasi waktu memberikan kelonggaran dalam penguasaan meteri yang dipelajari sehingga lembar tugas siswa dapat mengurangi tingkat kesulitan dalam proses pembelajaran siswa.Lembar tugas siswa ternyata dapat mengurangi kesulitan belajar. Hal ini dapat dijelaskan dari peningkatan jumlah siswa yang menyatakan tidak sulit belajar dengan lembar tugas siswa. Kecenderungan yang terjadi pada siklus I dan siklus II memberikan gambaran bahwa pembelajaran dengan Lembar tugas siswa mengurangi Dari pengalaman pada siklus I dan siklus II, tergambar bahwa Lembar tugas siswa mempunyai tingkat keterandalan yang tinggi sehingga apabila proses pembelajaran dikelola lebih baik dan lebih efektif dapat meningkatkan proses pembelajaran siswa.

Oleh karena itu diharapkan dapat mengurangi kesulitan-kesulitan pembelajaran.Dalam proses pembelajaran sebagaimana berlangsung dalam kelas, komponen proses pembelajaran adalah komponen sentral. Proses pembelajaran dapat diartikan secara luas dan secara sempit. Dalam arti luas, proses pembelajaran adalah aktifitas mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan serta nilai sikap. Sedangkan dalam arti sempit proses pembelajaran menunjuk pada bentuk atau jenis pembelajaran tertentu (Sagala, Syaiful 2003). Setiap bentuk atau jenis pembelajaran memiliki ciri-ciri sendiri, yang membedakan dari bentuk atau jenis pembelajaran yang lain.

Setiap jenis pembelajaran merupakan proses pembelajaran tersendiri yang memiliki kekhususan. Namum semua jenis pembelajaran merupakan suatu proses yang menunjukan gejala-gejala yang terdapat pada semua proses pembelajaran. Gejala tingkat kesulitan pembelajaran dengan lembar tugas siswa terindikasi melalui strukturnya. bahasa yang digunakan dan alokasi waktu yang disediakan pada setiap kegiatan. Struktur lembar tugas siswa akan memudahkan penentuan langkah-langkah kegiatan, bahasa yang digunakan membantu pemahaman materi, alokasi waktu memberikan kelonggaran dalam penguasaan meteri yang dipelajari sehingga lembar tugas siswa dapat mengurangi tingkat kesulitan dalam proses pembelajaran siswa.Lembar tugas siswa ternyata dapat mengurangi kesulitan belajar. Hal ini dapat dijelaskan dari peningkatan jumlah siswa yang menyatakan tidak sulit belajar dengan lembar tugas siswa. Kecenderungan yang terjadi pada siklus I dan siklus II memberikan gambaran bahwa pembelajaran dengan Lembar tugas siswa mengurangi tingkat kesulitan yang terjadi atau mempermudah proses pembelajaran, hal ini tentunya disebabkan oleh fungsi lembar tugas siswa yang dapat sebagai media dan juga sebagai sumber belajar bagi siswa.Dengan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (Pakem) menggunakan lembar tugas siswa juga meningkatkan minat dan menambah keaktifan siswa dalam pembelajaran ekonomi, ini terlihat dari hasil analisis observasi pada siklus 1, 2 dan 3 bahwa siswa, tekun/antusias selama proses pembelajaran, aktif selama proses pembelajaran, dan aktif dalam mengerjakan tugas, serta disiplin dalam proses pembelajaran Proses pembelajaran yang lebih mudah dalam pemahaman materi ajar akan berdampak pada hasil belajar siswa. Proses pembelajaran yang menghasilkan perubahan-perubahan di pihak siswa dalam bentuk kemampuan di berbagai bidang yang sebelumnya tidak dimiliki. Kemampuan-kemampuan itu dihasilkan karena usaha pembelajaran namun merupakan kemampuan internal yang harus dinyatakan dalam bentuk hasil belajar. (Cornegie, 1986).Hasil belajar siswa sebagai akibat dari penerapan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM) dengan lembar tugas siswa dapat dipakai acuan bahwa apabila proses pembelajaran dikelola dengan baik akan berdampak terhadap hasil belajar. Hasil belajar yang diperoleh siswa dari penerapan model pembelajaran PAKEM dengan lembar tugas siswa kreatif ternyata cukup prospektif. Hal ini dibuktikan adanya kecenderungan perubahan hasil belajar secara kuantitatif pada setiap siklus yang dilalui. Siklus I sebesar 72,53, sedang pada siklus II rata-rata nilai yang diperoleh 72,69. jumlah siswa yang memperoleh nilai di atas rata-rata pada siklus I mencapai 65,63%, sedang pada siklus II mencapai 68,75%. Berdasarkan capaian nilai rata-rata pada setiap siklus telah menggambarkan bahwa hasil yang diperoleh dari pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM) dengan lembar tugas siswa kreatif telah mencapai kualifikasi baik.

Dengan demikian sebagian permasalahan pembelajaran terutama dalam peningkatan efektifitas belajar dan hasil belajar dapat diatasi melalui penerapan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM) dengan lembar tugas siswa. Dengan kata lain bahwa untuk meningkatkan hasil belajar dapat dilakukan melalui PAKEM dengan menggunakan media Lembar tugas siswa Kreatif.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) pada dasarnya merupakan upaya peningkatan kualitas pendidikan khusus dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian ini mampu menawarkan pendekatan dan prosedur baru yang lebih menjanjikan dampak langsung dalam bentuk perbaikan dan peningkatan profesionalisme guru dalam mengelola pembelajaran dikelas, dengan mengkaji berbagai indikator keberhasilan dan kesulitan dalam proses pembelajaran pada guru dan hasil belajar yang terjadi pada siswaBerdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dalam upaya Meningkatkan Interaksi Pembelajaran siswa dalam pembelajaran Ekonomi / Akuntansi di kelas XII SMA YKP MONAMAS Kota Bontang, dengan menggunakan tehnik pembelajaran everyone is a teacher here, dengan memvariasikan pengelolaan kelas, dari belajar berpasangan, menjadi belajar kelompok yang heterogen, dan menjadi kelompok homogen, dari interaksi hanya 2 arah antara guru dan siswa menjadi interaksi multi arah, siswa dan siswa, siswa dan guru serta guru dan siswa dengan sumber belajar..

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana guru memainkan peranannya sesuai fungsinya sebagai fasilitator, motivator, mediator, komunikator dan evaluator.. Dari perubahan proses pembelajaran ini dapat ditarik kesimpulan :

  1. Tehnik pembelajaran everyone is a teacher here dapat meningkatkan interaksi pembelajaran ini dilihat dari keberanian siswa bertanya, mempertahankan jawabannya dan berani berargumentasi/pendapat.
  2. Tehnik pembelajaran everyone is a teacher here dapat meningkatkan keberanian menjawab pertanyaan, dapat dilihat dari meningkatnya respon siswa untuk menjawab pertanyaan.
  3. Tehnik pembelajaran everyone is a teacher here dapat meningkatkan hasil proses pembelajaran dan hasil belajar siswa walupun tidak siqnifikan, namun perlu menjadi perhatian bahwa nilai hasil rata-rata akhir siklus adalah 80,4.
  4. Tehnik pembelajaran everyone is a teacher here meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan ini terlihat dari meningkatnya hasil proses pembelajaran maupun hasil belajar siswa.
  5. Ada peningkatan Interaksi pembelajaran siswa dalam pembelajaran materi ekonomi, dilihat dari siswa memanfaatkan sumber belajar dengan multi arah.
  6. Siswa yang kurang cerdas dapat membuat pertanyaan yang mengacu pada 4 elemen yaitu : 1). Pertanyaan dirumuskan dengan baik. 2). Pertanyaan ditulis secara logis, 3). Pertanyaan merupakan deskripsi dari buku. 4. Pertanyan penuh pemikiran dan relevan dengan bimbingan guru yang maksimal
  7. Siswa dapat menulis jawaban dari pertanyaan yang dibuatnya sendiri maupun dari siswa lain, yang dikatagorikan dalam : 1) Jawaban yang tepat. 2) Jawaban yang kurang tepat. 3). Jawaban tidak tepat dengan diberi penguatan/penegasan dari guru.
  8. Jadi tehnik pembelajaran everyone is a teacher here dengan membuat kartu index pertanyaan dan jawaban dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran siswa dan meningkatkan interaksi pembelajaran ekonomi/akuntansi di kelas XII SMA YKP MONAMAS, Kota Bontang.

Agar proses pembelajaran ini dapat terus berlangsung dengan peningkatan interaksi pembelajaran serta meningkatkan hasil belajar siswa maka pihak sekolah dan guru perlu melakukan :

  1. Mengatur ruang kelas, dan denah tempat duduk siswa sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa
  2. Guru selalu mensuport/membantu dan memotivasi siswa untuk terbiasa membuat pertanyaan dan menjawab pertanyaan agar siswa mempunyai percaya diri dalam berinteraksi dengan sesama siswa.
  3. Para guru harus memiliki sikap keterbukaan, kesediaan menerima kritik dan saran terhadap kelemahan-kelemahan dalam proses pembelajaran.
  4. Mendukung guru-guru untuk mengembangkan macam-macam model pembelajaran dalam proses pembelajaran agar selalu ada peningkatan kualitas pembelajaran baik dari proses maupun hasil belajar siswa.
  5. Memotivasi guru untuk menulis karya ilmiah dengan salah satu cara melaksanakan penelitian tindakan kelas.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Majid, 2005, Perencanaan Pembelajaran.mengembangkan standar kompetensi guru, Bandung, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Anita Lie, 2003, Cooperative Learning, Jakarta, PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.

C. Asri Budiningsih,DR, 2005, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta, Rineka Cipta, Jakarta.

Hamidi.Dr.M.Si, 2004, Metode Penelitian Kualitatif, Malang,Universitas Muhammadiyah,Malang.

Melvin.L. Silberman, 2006, Active Learning 101 cara belajar siswa aktif, Bandung, Penerbit Nusamedia, Bandung.

M. Sobry Sutikno,2005. Pembelajaran Efektif apa dan bagaimana mengupayakannya, Mataram,NTP Pres, Mataram.

Sardiman. A.M, 2004, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

S. Nasution.Prof. Dr. M.A, 2003, Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar, Jakarta, Bumi Aksara, Jakarta.

Suharsini Arikunto.Prof, SuharDjono. Prof, Supardi.Prof, 2006, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta, Bumi Aksara, Jakarta.

Sukidin, Basrowi, Suranto, 2002, Manajemen Penelitian Tindakan Kelas, PT Insan Cendekia, Bandung.

Sudikin, Basrowi, Suranto, 2002, Psychologi Belajar, Bandung, Insan Cendekia, Bandung.

Syaiful Bahri Djamarah. Drs, 2002, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Jakarta, Rineka Cipta, Jakarta.

Syaiful Sagala,H. DR. M.Pd, 2003, Konsep dan Makna Pembelajaran, Penerbit ALFABETA, Bandung.

Totok Djuroto.Drs.M.Si, Bambang Suprijadi.Drs. M.Si, 2003, Menulis Artikel dan Karya Ilmiah, Bandung, Remaja Resdokarya, Bandung.

About these ads

~ oleh antonilamini pada f1808.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: